GEDIS BERIAS (GERAKAN DETEKSI DINI IVA DAN SADANIS)

GEDIS BERIAS

Gedis Berias (Gerakan deteksi dini IVA dan Sadanis, memberi edukasi informasi dan mengajak wanita lainnya untuk diperiksa) merupakan salah satu aksi yang terdapat dalam inovasi BEGESAH yang merupakan satu dari 12 (dua belas) gerakan bersama masyarakat yang dicanangkan oleh Bupati Banyuasin. Hal ini sejalan dengan visi Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin yaitu Masyarakat Banyuasin yang sehat dan berkualitas serta misinya yaitu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Inovasi Gedis Berias ini melibatkan kerjasama lintas sektor dan lintas program dan juga melibatkan peran serta masyarakat dalam pelaksanaannya. Pertemuan lintas sektor diadakan di setiap kecamatan untuk menggalang komitmen menyukseskan pelaksanaan IVA test dan Sadanis. Sasaran dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah Wanita Usia Subur di Desa/Kelurahan dalam kecamatan.

Dalam pelaksanaannya, inovasi ini mempunyai indikator yang ditetapkan. Indikator Kinerja Penunjang tersebut dilaksanakan di 21 Kecamatan yang ada di Kabupaten Banyuasin. Sesuai arahan Bupati Banyuasin, 12 gerakan bersama masyarakat yang salah satunya adalah aksi Gedis Berias, maka setiap gerakan tersebut diminta untuk membuat Grup WhatsApp. Tujuannya untuk memudahkan komunikasi, dan mensinkronisasikan semua kegiatan. Dalam grup ini terdiri dari: Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, Asisten 1, Kepala Bappeda Litbang, Para Camat, Dinas Kesehatan dan Kepala puskesmas.

Pemeriksaan awal  sebagai deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara yang dilakukan oleh petugas kesehatan di fasilitas kesehatan terdekat. Wanita Usia Subur usia 30-50 tahun/sudah menikah dilakukan IVA test dan (Periksa Payuadara secara Klinis) SADANIS di fasilitas kesehatan dan diberi edukasi informasi agar mengajak WUS lainnya untuk diperiksa. Mengaktifkan peran Duta IVA (DIVA) sebagai kader IVA dalam mengajak Wanita Usia Subur (WUS) untuk melakukan IVA tes dan Sadanis bagi setiap klien KB. Gerakan ini terintegrasi dengan Gerakan Pengembangan Keluarga berencana (Gerbang Keren) dan SIGAP KASIH PKK (aksi tanggap kanker dengan deteksi IVA dan SADANIS PKK, kader, dan keluarga).

Selanjutnya, kegiatan-kegiatan yang berhubungan inovasi Gedis Berias diupload ke Grup WhatsApp dan melaporkan cakupan dari masing-masing kegiatan dengan mengirimkan laporan maupun foto kegiatan untuk dilaporkan per triwulan ke Bupati. Sesuai pakta integritas yang sudah ditandatangani Camat. Dinas Kesehatan juga akan membagikan progres capaian tiap bulan, sehingga Camat selaku koordinator wilayah kecamatan bisa memantau capaian masing-masing kegiatan.

Keunikan inovasi GEDIS BERIAS ini terletak pada pelaksanaan kegiatan yang berfungsi sebagai wadah pemberdayaan masyarakat dan edukasi kepada masyarakat agar dapat secara mandiri berperilaku hidup sehat melalui deteksi dini IVA dan Sadanis, memberi edukasi informasi dan mengajak wanita lainnya untuk diperiksa)

Dalam upaya untuk menyebarluaskan informasi kesehatan melalui berbagai media, inovasi Gedis Berias dan terkait kegiatan-kegiatan yang termasuk di dalamnya disebarluaskan melalui media sosial seperti : Facebook (VCT Banyuasin dan Opd Dinkes Kabupaten Banyuasin),  Instagram (dinkes_online_banyuasin dan begesah_dinkes) dan website Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin (www.dinkesbanyuasinkab.go.id) dan yang terbaru Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin membuat tayangan edukasi “Ruang Begesah” yang disiarkan secara langsung melalui media sosial tersebut. Selain itu sebagai sarana promosi kesehatan di wilayah perkantoran Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin membuat Taman Promosi Kesehatan yang berisi media edukasi terkait IVA dan Sadanis.

Inovasi Kabupaten yang mengusung inovasi Gedis Berias menjadi salah satu daya ungkit peningkatan capaian IVA Kabupaten Banyuasin. Kabupaten Banyuasin berhasil meraih Juara 3 lomba Pelaksana IVA Test Terbaik Tingkat Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2021 atas nama Desa Karang Anyar Kecamatan Sumber Marga Telang.  Pencapaian ini juga berdampak dengan diundangnya Kabupaten Banyuasin melalui Penanggung Jawab program IVA di Puskesmas Muara Telang Kecamatan Sumber Marga Telang mengikuti kegiatan “Penguatan Penyelenggaraan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dan Kanker Payudara” yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan di Bogor, 7-9 Oktober 2021. Semua ini tak luput dari dukungan Pemerintah Kabupaten Banyuasin, TP PKK Kabupaten Banyuasin, Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin dan lintas sektor terkait lainnya serta tak lupa kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas para pejuang IVA Puskesmas beserta jejaring nya. Capaian ini bukan cita-cita tertinggi dari Dinas Kesehatan namun yang paling utama adalah bahwa IVA dilakukan secara masif agar wanita Banyuasin sehat dan bebas dari Kanker Leher Rahim.

Dengan keberhasilan inovasi Gedis Berias ini, pada tanggal 30 Juni 2022 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin, Dr. dr. Rini Pratiwi, M. Kes juga diundang menjadi Narasumber pada acara Workshop “ Strategi Pemerintah Daerah dalam Meningkatkan Cakupan Deteksi Dini Kanker Payudara dan Kanker Leher Rahim di Wilayahnya” yang diadakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Hal ini yang membuat puskesmas di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin membuat terobosan dengan cara mereplikasi dengan berbagai nama inovasi yang sesuai dengan karakteristik puskesmas tersebut seperti inovasi Puskesmas Betung Kota dengan Inovasi DIVA (Duta IVA) pernah menjadi salah satu inovasi penunjang keberhasilan Ketua TP PKK Kabupaten Banyuasin meraih penghargaan Terbaik II Wanita Inspiratif Tahun 2020 kategori PKK. Puskesmas Muara Telang yaitu Gardu TIVA Mas (Gerakan Terpadu Test IVA di Masyarakat), dan lain sebagainya. Tercatat sekitar 30 inovasi terkait inovasi Gedis Berias yang direplikasi oleh puskesmas dalam wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin. Dengan adanya kegiatan-kegiatan dalam inovasi GEDIS BERIAS  yang bersumber daya masyarakat sangat mendukung keberhasilan program “Banyuasin Sehat” yang dicanangkan oleh Bupati Banyuasin melalui berbagai strategi dan inovasi yang diterapkan. Selain meningkatkan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat juga dapat mengatasi permasalahan ekonomi dan sosial  dengan saling bergotong royong melalui kerja sama dengan lintas sektor terkait.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*