BEGESAH merupakan media penyebarluasan informasi kesehatan melalui kearifan lokal menggunakan bahasa daerah Kabupaten Banyuasin yang berarti bercerita, curah pendapat, atau berdiskusi. Begesah memuat gerakan/kegiatan di bidang kesehatan melalui pemberdayaan masyarakat sehingga masyarakat mampu mengatasi dan menyelesaikan permasalahan kesehatannya sendiri.

Metode dan Proses Kerja

“BEGESAH” merupakan salah satu gerakan dari 12 (dua belas) gerakan bersama masyarakat yang dicanangkan oleh Bupati Banyuasin. Hal ini sejalan dengan visi Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin yaitu Masyarakat Banyuasin yang sehat dan berkualitas serta misinya yaitu Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Inovasi “BEGESAH” ini melibatkan kerjasama lintas sektor dan lintas program dan juga melibatkan peran serta masyarakat dalam pelaksanaannya.

Sasaran dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah sebagai berikut :

1.     Setiap Balita di Desa/Kelurahan melalui Posyandu

2.     Wanita Usia Subur di Desa/Kelurahan

3.     Kepala keluarga yang memanfaatkan TOGA (Tanaman Obat Keluarga) dan Akupresure

4.     Pelaku Usaha Produksi Industri Rumah Tangga Pangan

5.     Kepala keluarga yang belum memiliki Jamban Sehat di Desa/Kelurahan

Dalam pelaksanaannya, setiap gerakan yang ada dalam “BEGESAH” mempunyai masing-masing indikator yang ditetapkan. Indikator Kinerja Penunjang tersebut dilaksanakan di 21 Kecamatan yang ada di Kabupaten Banyuasin.

Sesuai arahan, 12 gerakan bersama masyarakat yang salah satunya adalah “BEGESAH”, maka setiap gerakan tersebut diminta untuk membuat Grup WhatsApp. Tujuannya untuk memudahkan komunikasi, dan mensinkronisasikan semua kegiatan. Dalam grup ini terdiri dari: Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, Asisten 1, Kepala Bappeda Litbang, Para Camat, Dinas Kesehatan dan Kepala puskesmas.

Selanjutnya, kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan 5 kegiatan dari “BEGESAH” diupload ke Grup WhatsApp dan melaporkan cakupan dari masing-masing kegiatan dengan mengirimkan laporan maupun foto kegiatan untuk dilaporkan per triwulan ke Bupati. Sesuai pakta integritas yang sudah ditandatangani Camat. Dinas Kesehatan juga akan membagikan progres capaian tiap bulan, sehingga Camat selaku koordinator wilayah kecamatan bisa memantau capaian masing-masing kegiatan.

Manfaat

  • Meningkatnya pengetahuan, pemahaman dan perubahan perilaku masyarakat mengenai pentingnya gizi terutama protein bagi   pertumbuhan balita sehingga dapat menurunkan risiko anak yang stunting.
  • Meningkatkan cakupan pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) dan Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS) pada Wanita Usia  Subur (WUS).
  • Mendorong peran aktif masyarakat dalam upaya melakukan perawatan kesehatan tradisional secara mandiri dan benar.
  • Meningkatkan cakupan Desa Stop Buang Air Besar Sembarangan/ Desa ODF (Open Defecation Free).
  • Meningkatkan pengetahuan masyarakat di bidang Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) yang sehat dan berkualitas guna mendorong perekonomian masyarakat  terutama UMKM.

Implementasi

Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan sebagai wadah pemberdayaan masyarakat dan edukasi kepada masyarakat agar dapat secara mandiri berperilaku hidup sehat. Adapun kegiatan-kegiatan pokok yang terdapat di dalam “BEGESAH” yaitu :

1.     Gemar Posting (Gerakan  Makan Telur dan Ayam di Posyandu untuk Mencegah Stunting)

Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Posyandu. Makanan  berbentuk olahan yang mengandung protein berupa telur dan ayam  dan diberikan kepada balita yang disiapkan oleh kader. Kader diberikan panduan dalam menyiapkan menu-menu tersebut. Gerakan ini juga menunjang gerakan yang dicanangkan oleh Bupati Banyuasin yaitu Gerakan Memelihara Ternak Unggas (Gemar Tugas) dan Gerakan Tanam Sayur (Gertas)  sekaligus pemanfaatan bahan pangan lokal untuk diolah menjadi makanan bernilai gizi tinggi.

2.     Gedis Berias (Gerakan deteksi dini IVA dan Sadanis, memberi edukasi informasi dan mengajak wanita lainnya untuk diperiksa)

Pemeriksaan awal  sebagai deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara yang dilakukan oleh petugas kesehatan di fasilitas kesehatan terdekat. Wanita Usia Subur usia 30-50 tahun/sudah menikah dilakukan IVA test dan (Periksa Payuadara secara Klinis) SADANIS di fasilitas kesehatan dan diberi edukasi informasi agar mengajak WUS lainnya untuk diperiksa. Mengaktifkan peran Duta IVA (DIVA) sebagai kader IVA dalam mengajak Wanita Usia Subur (WUS) untuk melakukan IVA tes dan Sadanis bagi setiap klien KB. Gerakan ini terintegrasi dengan Gerakan Pengembangan Keluarga berencana (Gerbang Keren) dan SIGAP KASIH PKK (aksi tanggap kanker dengan deteksi IVA dan SADANIS PKK, kader, dan keluarga)

3.     Saudagar Jamur (Sehatkan keluarga dengan Jamu dan Akupresure)

Sebagai Upaya memelihara, meningkatkan kesehatan serta mencegah dan mengatasi masalah/gangguan kesehatan ringan secara mandiri oleh individu dalam keluarga, kelompok atau masyarakat, dengan memanfaatkan TOGA dan akupresure. Tiap Jumat minum jamu di poskesdes, puskesmas dan Dinas kesehatan sekaligus pemanfaatan pekarangan untuk toga, menambah asupan gizi dan penghasilan keluarga. Selain itu Bidan desa, kader, pelaku pengobatan tradisional juga dilatih akupresure. Menunjang Gerakan yang dicanangkan oleh Bupati Banyuasin yaitu Gerakan Pengembangan Tanaman Obat, Rempah dan Umbi-umbian (Gerbang Tobaru).

4.     Geser Ban (Gerakan Seribu Jamban)

Gerakan ini diinisiasi karena penyediaan Jamban Keluarga masih rendah. Kegiatan ini dilaksanakan karena kesadaran dan kemampuan masyarakat  dalam penyedian jamban keluarga masih rendah. Rendahnya cakupan Desa Stop Buang Air Besar Sembarangan di Banyuasin (61%). Bantuan 1.000 jamban di 30 desa, sebagai pemicu kesadaran masyarakat akan kebutuhan sanitasi serta membimbing/pendampingan pembangunan jamban pada masyarakat. Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari BAZNAS yang setiap tahun membantu dana dalam penyediaan jamban sehat.

5.     Gemas Senyuman Pangan (Gerakan 500 Sertifikat Penyuluhan Keamanan Pangan)

Gerakan ini dilakukan guna mendapatkan sertifikat penyuluhan keamanan pangan (PKP) sebagai persyaratan bagi pelaku usaha dalam pengurusan izin edar PIRT (Produksi Industri Rumah Tangga). Pelatihan Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP) bagi 500 pengusaha Industri Rumah Tangga Pangan dalam mendukung upaya peningkatan perekonomian masyarakat di bidang industri pangan rumah tangga bagi UMKM.

Keunggulan

Dengan adanya kegiatan-kegiatan dalam inovasi “BEGESAH” yang bersumber daya masyarakat sangat mendukung keberhasilan program “Banyuasin Sehat” yang dicanangkan oleh Bupati Banyuasin melalui berbagai strategi dan inovasi yang diterapkan. Selain meningkatkan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat juga dapat mengatasi permasalahan ekonomi dan sosial  dengan saling bergotong royong melalui kerja sama dengan lintas sektor terkait.

Kelemahan / Tantangan

Sebagian besar (80%) dari wilayah Kabupaten Banyuasin memiliki topografi datar berupa lahan rawa pasang surut dan rawa lebak. Sedangkan selebihnya (20%) berupa lahan kering yang berombak sampai bergelombang (berbukit-bukit) dengan sebaran ketinggian antara 0-40 meter di atas permukaan laut.

Kondisi geografis Kabupaten Banyuasin dengan banyak sungai dan rawa-rawa tersebut menjadi suatu tantangan tersendiri yang tidak ringan dalam upaya memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *