Bertempat di halaman Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin Taman Promkes , Kepala Dinas Kesehatan bersama tim mengikuti lomba inovasi begesah (Jum’at, 26/11).

Dalam kesempatan tersebut Kadinkes memaparkan tentang BEGESAH.

BEGESAH merupakan inovasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin sebagai media penyebarluasan informasi kesehatan melalui kearifan lokal menggunakan bahasa daerah Banyuasin yaitu Begesah yang berarti bercerita, curah pendapat, dan berdiskusi.
Nah…apa saja gerakan di BEGESAH tersebut ?

SAUDAGAR JAMUR (Sehatkan Keluarga dengan Jamu dan Akupresure). Inovasi ini hadir sebagai Upaya memelihara, meningkatkan kesehatan serta mencegah dan mengatasi masalah/gangguan kesehatan ringan secara mandiri oleh individu dalam keluarga, kelompok atau masyarakat, dengan memanfaatkan TOGA (Tanaman Obat Keluarga) dan akupresure. Kegiatannya berupa Tiap Jumat minum jamu di puskesmas dan Dinas kesehatan. Pemanfaatan pekarangan untuk toga, menambah asupan gizi dan penghasilan keluarga dan pelatihan Akupresure pada Bidan desa, kader, pelaku pengobatan tradisional.

GEMAR POSTING (Gerakan Makan Telur dan Ayam di Posyandu untuk Mencegah Stunting). Inovasi bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan perubahan perilaku masyarakat mengenai pentingnya gizi terutama protein bagi pertumbuhan balita sehingga dapat menurunkan risiko anak yang stunting. Inovasi tentang Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Posyandu berupa makanan mengandung protein berupa olahan telur dan ayam yang diberikan kepada balita yang disiapkan oleh kader posyandu. Berikut menu-menu PMT yang disajikan oleh kader pada saat posyandu. Cegah Stunting, Itu Penting.

Kenali tanda dan gejala Kanker Serviks/ Kanker leher rahim serta cara deteksi dini kanker serviks untuk mengendalikan faktor risiko kanker dan deteksi dini kanker sehingga diharapkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit kanker dapat ditekan.. Melalui inovasi GEDIS BERIAS (Gerakan deteksi dini IVA dan Sadanis, memberi edukasi informasi dan mengajak wanita lainnya untuk diperiksa), yang bertujuan meningkatkan cakupan pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) dan Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS) pada Wanita Usia Subur (WUS) di Kabupaten Banyuasin.

Masalah stunting dipengaruhi oleh rendahnya akses terhadap makanan dari segi jumlah dan kualitas gizi, serta seringkali tidak beragam. Selanjutnya, dipengaruhi juga oleh pola asuh yang kurang baik terutama pada aspek perilaku, terutama pada praktek pemberian makan bagi bayi dan Balita. Selain itu, stunting juga dipengaruhi dengan rendahnya akses terhadap pelayanan kesehatan, termasuk di dalamnya adalah akses sanitasi dan air bersih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *