Banyuasin termasuk salah satu nominasi Kabupaten / Kota dalam pelaksanaan Penurunan Stunting Terintegrasi Provinsi Sumatera Selatan. 

Dari hasil penilaian kinerja Pemerintah Kabupaten/Kota dalam Pelaksanaan Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi Provinsi Sumatera Selatan pada kinerja aksi 1, aksi 2, aksi 3 dan aksi 4 tahun 2020 ditetapkan Kabupaten Banyuasin meraih peringkat I berdasarkan Keputusan Gubernur Sumatera Selatan Nomor : 729/KPTS/BAPPEDA/2020.

Untuk mencegah dan menurunkan stunting  pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melakukan intervensi gizi spesifik meliputi suplementasi gizi makro dan mikro (pemberian tablet tambah darah, Vitamin A, taburia), pemberian ASI Eksklusif dan MP-ASI, fortifikasi, kampanye gizi seimbang, pelaksanaan kelas ibu hamil, pemberian obat Cacing, penanganan kekurangan gizi, dan JKN.

Penyelenggaraan intervensi penurunan stunting terintegrasi merupakan tanggung jawab bersama lintas sektor dan bukan tanggung jawab salah satu institusi saja. Untuk itu, diperlukan sebuah tim lintas sektor sebagai
pelaksana Aksi Integrasi. Keanggotaan tim lintas sektor tersebut sekurang-kurangnya mencakup instansi yang menangani: kesehatan, pertanian, ketahanan pangan, kelautan dan perikanan, pendidikan, perindustrian,
sosial, agama, komunikasi dan informasi, pekerjaan umum/ciptakarya/perumahan dan pemukiman, pemberdayaan masyarakat desa, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, kependudukan catatatan sipil dan keluarga berencana, dan pengawasan obat dan makanan.

# Gerakan Cegah Stunting Untuk mencegah Stunting (Genting)

# Minum Obat Cacing

# Minum Vitamin A

# Periksa kehamilan

# Banyuasin Sehat

# Banyuasin Bangkit, Adil dan Sejahtera

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *