Dinkes-BA. Menurut Ketua Indonesia Hydration Working Group (IHWG) dr Diana Sunardi, SpGK larangan tersebut ada kaitannya dengan mikrobiologi akibat paparan air minum dengan lingkungan umum. Mikrobiologi juga bisa diperoleh dari areal mulut saat meneguk air dari kemasan. Mikrobiologi yang sebetulnya baik berubah jahat bila berkembang tanpa kendali di lingkungan uang optimal.

“Karena itu air kemasan sebaiknya dihabiskan dalam waktu 1-2 jam apalagi jika hanya 300-400 mililiter. Jika susah menghabiskan dalam sekali teguk, air bisa dituang dalam gelas yang volumenya sesuai kemampuan minum langsung habis,” kata dr Diana di sela peringatan Hari Ginjal Sedunia 2019 pada Minggu (17/3/2019).

Bagi pengguna botol minum, dr Diana menyarankan mencuci terlebih dulu sebelum menggunakannya kembali. Jika mencuci dengan sabun dipandang merepotkan, Diana menyarankan mengocok botol minum terlebih dulu. Cara ini untuk membantu botol minum tetap bersih saat digunakan sebagai wadah air, yang terkoneksi langsung dengan organ pencernaan.

Diana kembali mengingatkan minum dalam 1-2 jam untuk mencukupi kebutuhan 2 liter cairan per hari. Bagi yang sibuk beraktivitas, Diana menyarankan selalu membawa botol minum yang bisa diisi ulang atau membeli air kemasan. Kecukupan cairan menjaga kesehatan dan memudahkan fokus dalam kegiatan sehari-hari.

Sumber : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4471506/air-minum-kemasan-harus-cepat-dihabiskan-ini-alasan-medisnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *