Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melakukan penelitian dengan tujuan menekan angka stunting di Indonesia. Mereka menemukan dengan menggunakan pangan lokal kaya nutrisi seperti singkong bisa membantu memberi nutrisi yang dibutuhkan dalam tumbuh kembang anak.

Singkong atau ubi kayu merupakan salah satu sumber pangan yang juga dijadikan makanan pokok di beberapa daerah di belahan dunia. Di Indonesia, seringkali singkong yang kaya akan beta karoten ini dianggap ‘makanan desa’ dan tidak menarik.

“Nggak semua orang kalau disuguhin singkong rebus langsung mau. Padahal kalau datang ke resto lalu pesen singkong Thailand, harganya bisa mahal sekali, itu kan cuma singkong rebus dikasih santan aja. Nah kuncinya kita butuh inovasi supaya sampai ke masyarakat,” kata Ahmad Fathoni, peneliti dari Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI pada acara Media Briefing ‘

Singkong dipertimbangkan oleh Fathoni dan tim karena bisa ditanam di manapun di Indonesia dan bahkan mampu bertahan saat kekeringan. Singkong kaya akan beta karoten namun rendah protein, karena itu Fathoni berusaha ‘merakit’ singkong kaya nutrisi dan berhasil memproduksi bibit unggul yang bisa memenuhi 4 mikronutrien yang kurang pada anak-anak stunting, yakni vitamin, zat besi, zinc dan protein.

(health-detik/03/03/2019)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *