Dengan adanya Peningkatan Pegawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya di lingkungan masyarakat maka butuhnya pengawasan keamanan pangan, agar memberikan hasil yang optimal di lingkungan masyarakat untuk memberikan informasi mengenai bahayanya penambahan bahan kimia yang berlebihan dalam makanan, sehingga butuhnya pengawasan dari instansi / dinas-dinas terkait untuk lebih memperhatikan pentinya mengawasi penggunaan bahan kimia yang berlebihan pada makanan.  Kegiatan Peningkatan Pengawasan Keamanan Pangan dan bahan berbahaya agar terlaksananya Pengawasan bahan berbahaya pada makanan yang beredar di lingkungan masyarakat baik memberikan penyuluhan masalah jajanan sekolah, pemeriksaan makanan ke Pusat Pasar Tradisional maupun ke Mini Market.

Dalam rangka peningkatan pengawasan keamanan pangan dan bahan berbahaya Tahun 2018, dilaksanakan  monitoring atas keamanan pangan yang beredar, khususnya yang diperdagangkan melalui jajanan sekolah, pemeriksaan makanan ke Pusat Pasar Tradisional maupun ke Mini Market.  Fokus monitoring ditujukan pada produk-produk makanan yang peredarannya cukup tinggi menjelang hari besar keagamaan.

Pada tahap awal, monitoring keamanan pangan yang beredar dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin, dr. H. Masagus M. Hakim, M.Kes. Kegiatan yang melibatkan Polres Banyuasin, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banyuasin, dan Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyuasin, ini dilaksanakan dalam rangka memberikan perlindungan kepada konsumen agar produk pangan yang beredar di pasar tradisional dan shelter Pedagang Kaki Lima (PKL) merupakan komoditas yang layak konsumsi.

Kegiatan yang dilaksanakan setiap tahunnya dengan pengambilan sampel produk pangan, dan dilakukan pengujian sederhana untuk beberapa kandungan bahan berbahaya. Pada produk-produk yang tidak cukup dengan pengujian sederhana akan dikirimkan untuk pengujian di BBPOM Sumatera Selatan.

Dalam monitoring ini, pedagang yang baru sekali ditemui memperdagangkan pangan dengan kandungan berbahaya akan mendapatkan pembinaan, sedangkan yang memperdagangkan pangan dengan kandungan berbahaya secara berulang akan diberikan surat peringatan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *