Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin , mengajak remaja menjalani hidup sehat tanpa rokok. Upaya yang dilakukan dengan melakukan screening demi mencegah dan menghentikan remaja merokok.

Kepala Seksi PPTM dan Keswa Dinas Kesehatan Banyuasin Danny Asmara, M.Kes menjelaskan, remaja merupakan pasar potensial bagi industri rokok saat ini. ”Dari yang awalnya coba-coba mereka akhirnya bisa kecanduan,” ungkapnya.

Ia mencoba membuka wawasan generasi muda akan bahaya rokok. Untuk mengetahui sejauh mana mengkonsumsi rokok pihaknya menggunakan alat mikro smoke analizer,  yang dapat mengukur konsumsi  zat karbondioksida.

”Anak sekolah saat ini memang rawan dengah hal-hal seperti ini. Jadi di sini mereka akan diperiksa kadar konsumsi karbondioksida yang ada dalam tubuh menggunakan alat yang disediakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin,” ujarnya

Program ini lanjut dia ditujukan kepada anak sekolah dengan memberikan konsultasi kepada anak perokok. Dikatakannya,  sesungguhnya banyak teknik yang dapat dilakukan untuk berhenti merokok sesuai dengan keinginan perokok.

”Saat ini dampak dari rokok memang belum terlihat,  tapi nanti untuk beberapa tahun ke depan dapat dirasakan dampak-dampak apa saja yang dialami dari rokok tersebut,” imbuhnya.

Menurutnya, tren merokok di kalangan remaja di Kabupaten Banyuasin belum bisa dipastikan meningkat atau tidak. Walau demikian, ini menjadi kekhawatiran jika tidak segera ditanggulangi. Tidak hanya itu, angka perokok juga berpengaruh pada kesehatan. Yakni memengaruhi jumlah penderita penyakit tidak menular akan meningkat.

Kegiatan Screening UBM, PTM, Keswa dan NAPZA  yang dilakukan di 36 sekolah di 2 (dua) Kecamatan yaitu kecamatan Banyuasin III dan Kecamatan Sembawa. Total siswa yang diperiksa 1.800 siswa.

Dari hasil tersebut ditemukan 80 % siswa sma terindikasi telah merokok dengan kadar Co tertinggi 30 yang tergolong dalam kategori bahaya. Sedangkan siswa smp 12 % teridikasi merokok dengan kadar Co 11 yang tergolong bahaya.  kegiatan ini dilakukan selama 3 bulan mulai bulan Januari 2018 s.d Maret 2018.

Ia menambahkan upaya untuk menekan jumlah perokok salah satunya dengan meningkatkan kawasan masyarakat khususnya generasi muda akan bahaya rokok. Dengan kesadaran dai dalam diri sendiri untuk menolak menjadi target rokok.

”Merokok berkaitan dengan perilaku, mengubah perilaku tidak mudah, perlu kesadaran dari diri sendiri. Jadi bagi generasi muda dari sekarang agar dapat berhenti merokok dan hidup sehat,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *