Kaji Banding ke Posyandu Teratai 21 Desa Ciwidey Kabupaten Bandung

 

 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin dr. H. Masagus M. Hakim, M. Kes., bersama Ketua TP PKK Kabupaten Banyuasin dr. Sri Fitryanti, Perwakilan OPD Dinas PMD, Dinas Pendidikan, Dinas Ketahanan Pangan dan Holtikultura, Dinas Lingkungan Hidup, dan beserta Kepala Puskesmas. Selasa 06/08/2019.

Kaji Banding kali ini lebih difokuskan pada bidang Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Adapun Posyandu yang akan dikunjungi adalah Posyandu “Teratai 21” yang berada di Kampung Sindangsari, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung berhasil meraih Juara 3 Lomba Posyandu Tingkat Nasional pada tahun 2018 dan meraih penghargaan Pakarti Utama III dari Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Pusat untuk kategori Lomba Posyandu Kabupaten Tahun 2019.

Sementara, Camat Ciwidey H. Karyadi Raharjo A, AP.,M.Si menambahkan keberhasilan yang diraih Posyandu Teratai merupakan upaya bersama semua pihak, khususnya kader posyandu. Dirinya menyatakan, Persiapan penilaian nanti, sebetulnya ditujukan untuk meningkatkan kapasitas, kreatifitas, dan juga kinerja para kader Posyandu agar lebih optimal dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat. “Ini adalah keberhasilan semua pihak, para kader, masyarakat Ciwidey dengan semangat Sabilulungan menjalankan dan memanfaatkan peran Posyandu Teratai sebagai posyandu multifungsi, dan alhamdulillah lokasinya berada di Kampung Buah Tin, sebagai implementasi pembangunan Bandung Seribu Kampung ” terang Karyadi.

Lebih lanjut dia menjelaskan, Posyandu Teratai Desa Ciwidey tersebut sangat pantas naik ke jenjang nasional, karena sudah menjalankan posyandu dengan berbasis inovasi. Ada sekitar 27 inovasi yang dijalankan, tentunya melalui pembinaan beberapa Perangkat Daerah. Contohnya ada BAPER (Baca di Pojok Teratai), Jokerwatan (Pojok Kreatif Wanita Tani), inovasi yang mewadahi kreativitas kelompok tani sebagai kader posyandu, dengan memanfaatkan potensi yang diolah dengan kreatif sehingga bernilai ekonomis untuk meningkatkan pendapatan keluarga.

Inovasi lain tambahnya, yakni Katakar (Kader Tanggap Kebakaran), Posiga (Pojok Siaga bencana), Kebal Toga (kebun balita toga), Origami (ojeg riang gembira mitra posyandu), Inovasi ini merupakan bentuk kemitraan pengemudi ojek dengan Posyandu, lalu inovasi lain yakni Aku Jual Ibu Beli (ambulan khusus jemput dan layani ibu bersalin), Peda Kadoyan (pelestarian budaya kader posyandu) serta inovasi lainnya yang mendapatkan apresiasi positif dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” paparnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin dr. H. Masagus M. Hakim, M. Kes., menegaskan dengan adanya kaji banding ini bertujuan untuk Mewujudkan salah satu Misi Bupati Banyuasin dan Wakil Banyuasin Periode 2018 – 2023 yaitu Revitalisasi Posyandu Multifungsi yang akhirnya akan meningkatnya derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Banyuasin.

Posyandu yang ada di Kabupaten Banyuasin nantinya berupaya untuk masuk ke dalam posyandu multifungsi, dengan adanya sinergis dari semua pihak, dimana tidak hanya mempunyai poktan (kelompok kegiatan) kesehatan saja. Namun juga, memiliki program inovasi yang berkembang, seperti poktan lingkungan, ekonomi dan tribina. Selain memberikan dukungan berupa sarana dan prasarana (sapras) fasilitas program, berpendapat, dukungan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian lomba posyandu. Tak hanya itu, tambah Tata, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pembinaan juga sangat penting dalam mensukseskan program posyandu. ” papar dr. H. Masagus M. Hakim, M. Kes.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Banyuasin dr. Sri Fitryanti mengatakan, sangat berterima kasih kepada Ketua TP PKK Kabupaten Bandung Hj. Kurnia Agustina Dadang M. Naser atas ramah tamah dan antusias kader Posyandu Teratai 21 Ciwidey untuk saling berbagi ilmu pengetahuan, dengan prestasi yang telah diraih oleh Posyandu Teratai 21 Ciwidey ini bisa memotivasi Posyandu yang ada di Kabupaten Banyuasin khususnya.
“ Dengan adanya Pembinaan keterampilan penyuluhan dan pengetahuan kepada kader tidak kalah penting. Kader hanya bertugas sebagai pencatat, penyuluh dan penggerak masyarakat. Jadi kader harus mempunyai ilmu pengetahuan,” imbuhnya.

dr. Sri Fitryanti, berharap kedepannya Posyandu yang ada di Kabupaten Banyuasin harus berinovasi. Inovasi harus terus dilakukan dan berdampak positif kepada masyarakat dan memberi manfaat seluas-luasnya. Saya berharap posyandu di Kabupaten Banyuasin kedepannya bisa berinovasi.,” pungkasnya.

Sumber :
www.dinkes.banyuasinkab.go.id
Opd Dinkes Kabupaten Banyuasin/facebook
dinas_kesehatan_Banyuasin/Instragram

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*